Jumat, 20 Maret 2015

7 KEBIASAAN MANUSIA YANG SANGAT EFEKTIF MENURUT COVEY

7 KEBIASAAN MANUSIA YANG SANGAT EFEKTIF MENURUT COVEY
KEBIASAAN PERTAMA: PROAKTIF
Orang proaktif akan senantiasa bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan. Mereka tidak suka menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada dirinya. Orang proaktif mengakui bahwa segala sesuatu terjadi atas respon yang telah mereka buat. Mereka tahu bahwa diri mereka lah yang memilih perilaku yang dilakukan. Lawan dari orang proaktif adalah orang reaktif, orang seperti ini sering dipengaruhi oleh lingkungan fisiknya. Mereka menemukan sumber-sumber eksternal untuk disalahkan atas perilaku yang mereka lakukan. Contoh jika cuaca baik, mereka merasa baik, tapi jika cuaca buruk kinerja mereka menurun. Perlu diketahui bahwa semua kekuatan eksternal adalah stimulus yang akan kita respon dalam bentuk tindakan. Jadi jika respon kita salah maka tindakan kita salah. Sebagai manusia proaktif seseorang akan merespon setiap stimulus dengan psoitif dan itulah yang akan mengantarkannya pada tindakan-tindakan yang positif.
KEBIASAAN KEDUA: MULAILAH DENGAN TUJUAN AKHIR
Apa yang anda inginkan di masa yang akan datang? Pertanyaan itu mungkin agak sedikit klasik, tapi tidak ada salahnya kita berpikir sejenak tentang hal itu. Kalau mau jujur kadang-kadang seseorang sering menemukan sebuah kemenangan yang tabu. Keberhasilan yang diraih sering kali mengorbankan hal-hal yang lebih berharga yang mereka miliki. Ibaratnya Jika tangga Anda tidak bersandar di dinding yang tepat, setiap langkah yang Anda ambil akan membawa Anda ke tempat yang salah lebih cepat.
Kebiasaan kedua ini didasarkan pada imajinasi anda. Artinya bagaimana anda mempu memvisualisasikan impian anda secara jelas dalam pikiran anda, yang tidak mungkin bisa dilihat dengan mata.Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa segala sesuatu diciptakan dua kali. Ada penciptaan (pertama) mental, dan ciptaan (kedua) fisik. Penciptaan fisik mengikuti mental. Jika Anda tidak membuat usaha sadar untuk memvisualisasikan siapa Anda dan apa yang Anda inginkan dalam hidup, maka Anda memberdayakan orang lain dan keadaan untuk membentuk Anda dan kehidupan Anda secara nyata. Mulailah dengan akhir di pikiran ini berarti setiap hari anda harus memulai tugas, atau proyek dengan visi yang jelas, tentang arah dan tujuan yang Anda inginkan, dan kemudian dilanjutkan dengan melenturkan otot-otot proaktif Anda untuk membuat suatu perubahan.
KEBIASAAN KETIGA: DAHULUKAN YANG UTAMA
Untuk menjalni kehidupan yang seimbang diprlukan sebuah fokus pada prioritas anda yang utama. Kebiasaan pertama mengajarkan kita tentang tanggungjawab, menjadi proaktif adalah sebuah piliha. Pada kebiasaan kedua mengajarkan bahwa semua hal di awali dari mental kemudia berakhir pada pikiran atau bisa disebut juga sebagai visi. Sedangkan kebiasaan ketiga ini tentang manajemen kehidupan – yaitu tujuan, nilai, peran, dan prioritas. Apa “hal pertama?” Hal pertama adalah mereka yang menemukan hal yang paling berharga dalam hidupnya. Jika Anda menempatkan prioritas, maka Anda harus mengatur, mengelola waktu dan peristiwa sesuai dengan prioritas pribadi Anda. Jangan sampai kita melakukan seseuatu tanpa prioritas, karena hal ini hanya merugikan waktu dan tenaga kita.
KEBIASAAN KEEMPAT: BERPIKIR MENANG
Sebagian besar dari kita belajar untuk mendasarkan diri kita pada perbandingan dan persaingan. Kita berpikir tentang berhasil bukan kegagalan. Berpikir menang melihat kehidupan sebagai arena kooperatif, bukan yang kompetitif. Menang adalah kerangka pikiran dan hati yang terus-menerus berusaha mencari manfaat bersama dalam semua interaksi manusia.  rang atau organisasi yang mendekati konflik dengan sikap mena memiliki tiga karakter penting:
Integritas: menempel dengan perasaan yang sebenarnya, nilai, dan komitmen
Jatuh Tempo: mengekspresikan ide dan perasaan dengan keberanian dan pertimbangan untuk ide-ide dan perasaan orang lain
Kelimpahan Mentalitas: percaya ada banyak hal yang bisa kita bagikan untuk semua orang
KEBIASAAN KELIMA: BERUSAHA MEMAHAMI TERLEBIH DAHULU
Komunikasi adalah keterampilan yang paling penting dalam hidup. Mungkin Anda menghabiskan bertahun-tahun untuk belajar membaca, menulis, dan berbicara. Tapi bagaimana dengan mendengarkan? Pelatihan apa yang telah Anda miliki yang memungkinkan Anda untuk mendengarkan sehingga Anda benar-benar, sangat memahami manusia lain? Mungkin tidak ada, kan?
Kebanyakan orang lebih suka kalau dirinya dipahami dan menginginkan pendapatnya diperhatikan. Dalam sebuah komunikasi sering kali kita mengabaikan orang lain, kita sering berpura-pura seolah-olah kita mendengarkan, namun fokus kita hanya pada hanya pada kata-kata, sehingga kita sering kehilangan makna dari apa yang orang lain katakan. Berbeda jika kita yang biacar, ketiak sering memaksa orang lain untuk mendengarkan kita.  Hal itulah yang sering menyebabkan diri kita egois dan mau menang sendiri. Jadi Kebiasaan manusia efektif adalah berusaha memahami orang lain terlebih dahulu sehingga kemudian orang lain pun bisa memahami diri kita.
KEBIASAAN KEENAM: LAKUKAN SINERGI DENGAN ORANG LAIN
Secara sederhana, sinergi berarti “dua kepala lebih baik dari satu.” Bersinergi adalah kebiasaan kerjasama kreatif. Ini adalah kerja tim, keterbukaan pikiran, dan petualangan untuk menemukan solusi baru untuk masalah lama. Tapi itu tidak terjadi begitu saja dengan sendirinya. Ini sebuah proses, dan melalui proses itu, orang membawa semua pengalaman pribadi mereka dan keahlian untuk bekerjasama. Bersama, mereka dapat menghasilkan hasil yang jauh lebih baik. Sinergi memungkinkan kita menemukan bersama-sama sebuah solusi yang sangat kecil peluangnya jika di cari sendiri.
KEBIASAAN KETUJUH: ASAHLAH GERGAJI
Mengasah Gergaji berarti melestarikan dan meningkatkan aset terbesar yang Anda miliki. Ini berarti memiliki program seimbang untuk pembaruan diri dalam empat bidang kehidupan Anda: fisik, sosial / emosional, mental, dan spiritual. Berikut adalah beberapa contoh kegiatan:
Fisik: makan, berolahraga, dan istirahat
Sosial / Emosional: Membuat hubungan sosial dan bermakna dengan orang lain
Mental: Belajar, membaca, menulis, dan pengajaran
Spiritual: Menghabiskan waktu di alam, memperluas spiritual diri melalui meditasi, musik, seni, doa dll.

Sumber Inspirasi:
Stephen Covey. (1989). The Seven Habits Of Highly Effective People. New York: Simon & Schuster

0 komentar:

Posting Komentar