Jumat, 20 Maret 2015

Mental Sukses Perlukah ?

Mental sukses perlukah?

Sebuah pertanyaan yang bisa kita renungkan, untuk menjawab fenomena yang ada di sekitar kita. Pernahkah Anda melihat orang sukses yang sombong? Pernahkah Anda melihat orang sukses yang suka memanfaatkan kesuksesannya untuk merugikan orang lain? Pernahkah Anda melihat orang sukses, suka menghambur-hamburkan hartanya untuk kesenangan sesaat? Pernahkah Anda melihat orang sukses yang kikir dan pelit? Pernahkah Anda melihat orang yang sukses tapi tetap dermawan, tetap mau belajar, rendah diri, selalu bekerja keras, dan tetap mau menerima masukan orang lain?
Saya yakin anda memiliki jawaban yang beda-beda. Terlepas dari itu semua, sekarang yang jadi pertanyaan, golongan orang sukses yang seperti manakah yang kita inginkan atau yang kita jalani saat ini? Silahkan simpan jawabannya masing-masing. jadikan itu bahan renungan untuk kita semua. Sekarang kita lanjutkan baca artikel ini sampai habis ! Siapa tahu kita menemukan sesuatu yang bermanfaat.

Sukses itu proses

Sukses Itu proses tidak ada sukses sejati yang bisa diperoleh secara instan. Mungkin banyak di luar sana orang yang tiba-tiba mendadak sukses, tapi setelah beberapa bulan dia harus mendekam di penjara karena melakukan penipuan. Ada juga orang yang mendapatkan jabatan tinggi, tiba-tiba dalam waktu yang tidak lama, di ciduk olah polisi karena terlibat korupsi. Namun ada juga orang yang berjuang selama belasan tahun baru bisa sukses. Semua hal itu hanya sebagian kecil fenomena yang ada di lapangan yang menunjukkan bahwa sukses itu butuh proses. Bahkan dalam sejarah orang sukses dunia tidak ada sukses itu diperoleh secara instan. Semua melalui proses yang panjang dan berliku.
Orang bijak mengatakan bahwa meraih kesuksesan itu ibarat kita sedang manaiki sebuah tangga. Kita semua tahu untuk mencapai tangga teratas harus melalui anak tangga terbawah, kemudian ke anak tangga kedua, dan seterusnya. Kalau kita optimis, kita bisa mancapai tangga teratas dengan lebih mudah. Namun jika tidak hati-hati, sedikit saja kita salah menginjak, fokus kita kurang, atau sembrono maka kita bisa terjatuh. Kalau kita sudah jatuh, maka kita harus memulai dari awal lagi untuk mencapai  puncak tinggi. Ini sebenarnya adalah gambaran hidup yang sangat nyata. Bahwa semua hal harus dimulai dari bawah, dari kita belum berpengalaman, kita belum professional, kita belum yakin, dan lain-lain. Tapi dengan sebuah tekad mau melangkah, maka kesuksesan yang ingin kita raih pasti akan terwujud.

Sukses Itu Ujian

Sukses pada umumnya memiliki dua makna. Pertama sukses sebagai sebuah anugerah dan kedua sukses sebagai sebuah ujian. Sukses sebagai anugrah merupakan sebuah kesuksesan yang pada dasarnya adalah anugrah yang diberikan Tuhan kepada manusia karena keyakinan dan kesungguhannya dalam meraih kesuksesan. Sedangkan sukses sebagai ujian merupakan bentuk ujian yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk mengukur sampai dimana tingkat iman dan tagwanya.
Namun yang paling disadari oleh kebanyakan manusia sukses itu adalah anugerah, sehingga manusia cenderung lupa bahwa sukses itu juga sebagai salah satu ujian. Mungkin banyak orang beranggapan bahwa yang namanya ujian identik dengan musibah dan hal-hal yang menyengsarakan seperti kemiskinan, kegagalan, kebodohan, dan lain-lain. Padahal tidak semuanya demikian. Bahkan banyak orang bijak berkata bahwa ujian kesuksesan itu juga sangat berat. Contoh yang benar-benar nyata saat ini pejabat-pejabat kita sedang diuji dengan ujian kesuksesan. Namun Anda bisa lihat, mana-mana yang kuat dan mana-mana yang tidak kuat. Hal ini harus kita jadikan pelajaran bahwa dalam keadaan apapun jika kita bisa menyikapi dengan baik, berpikir positif maka Insya Allah kita bisa menghadapi segala ujian hidup dengan tepat dan baik.

Sukses Itu Butuh Mental

Dari berbagi keterangan di atas saya simpulkan bahwa untuk meraih sebuah kesuksesan dibutuhkan mental sukses. Mental inilah yang akan mengantarkan kita pada kesuksesan yang nyata. Ketika kita pada puncak kesuksesan di bidang apapun, kita tetap bisa bersyukur, tetap rendah diri, tetap mau berbagi, tetap mau belajar dan tidak terlena hanya dengan kesenangan sesaat.
Mental sukses ini harus di pupuk sedini mungkin, supaya menjadi sebuah kebiasaan positif dalam kehidupan kita. Bagaimana memupuk mental sukses? Semua harus dimulai dari bagaimana kita mau menggunakan hati, pikiran, fisik dan perasaan kita secara seimbang. Namun kuncinya adalah hati nurani. Ingat hati nurani tidak pernah berbohong, dia akan selalu membimbing kita ke arah yang benar. Percayalah jika spirit kita kuat, otak kita cerdas, emosi kita baik dan fisik kita sehat, maka sukses sejati itu akan lebih mudah kita raih. Inilah harapan kita semua. Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat buat diri saya pribadi dan teman-teman yang telah membaca.

0 komentar:

Posting Komentar